15 Desember 2009

Spiritualpreneurship : Antara Pilihan atau Keharusan


Didalam ilmu Spiritualpreneurship yang diperkenalkan oleh Bapak Nasrullah, beliau menyimpulkan dengan yakin akan pemikirannya, yaitu :

Semua Orang BISA Kaya
Semua Orang HARUS Kaya
Umat Islam WAJIB Kaya

Mengapa beliau bisa yakin akan pernyataan ini ?
 

Pencarian akan makna kekayaan dan bagaimana meraihnya, mengantarkan beliau pada pembelajaran mulai dari membaca ratusan buku, bertemu puluhan guru, mengikuti berbagai pelatihan dari pelatihan bisnis, spiritual, properti, internet, NLP dan mengkaji pemikiran mulai dari Dr. Masaru Emoto (tentang arti air dan hubungannya dengan syukur), Roger Hamilton (teori tentang kekayaan), Rhonda Byrne ("The Secret"), Yvonne Oswald (kekuatan kata-kata), Erbe Sentanu (Quantum Ikhlas), Danah Zohar dan Ary Ginanjar (ESQ), sampai Ust. Yusuf Mansur (kekuatan infaq) dan juga dari perenungan dari buku karya Dr. Jaribah "Fikih Ekonomi Umar bin Khattab ra".

Dari pembelajaran, perenungan, dan praktek, beliau mengenalkan Spiritualpreneurship yang berisi panduan meraih kekayaan dengan berfokus pada realitas quantum, bukan pada realitas materi. Karena realitas materi yang tampak, dihasilkan dari realitas quantum. Sehingga akan menghasilkan kekayaan terbesar dan tanpa batas dengan kekuatan spiritual.

Prinsip Spiritualpreneursip dibagi menjadi 4 kunci rahasia, yaitu :

  • The Power Of Positive Thinking
  • The Power Of Positive Feeling
  • The Power Of Positive Motivation
  • The Power Of Islamic Financial Freedom

Dengan mengetahui dan melakukan keempat rahasia tersebut, maka kita mampu menarik semua yang ada di alam, menghimpun kekayaan yang besar, mampu menyelamatkan saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan, mampu menciptakan tata dunia baru yang adil dan menentramkan serta bebas dari segala kezaliman, kesewenang-wenangan, dan tak ada yang jadi korban.

Menurut beliau, semua ini bertujuan pada era baru jihad menegakkan syariah Allah bukan dengan cara perang dan menumpahkan darah, tapi dengan MEMULIAKAN MANUSIA DENGAN RIZQI ALLAH...!

Jadi apakah Spiritualpreneurship merupakan PILIHAN atau KEHARUSAN ?....Anda sendiri yang menilai.


Sumber : Materi Seminar Spiritualpreneurship.com



NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar