26 Desember 2009

Syukur = Sukses


Jika dianalogikan dengan persamaan matematika, proses mencapai kesuksesan dan keberhasilan bisa dibuat dengan persamaan : Syukur = Sukses, bersyukur sama dengan kesuksesan...sesederhana itu. 

Mengapa dengan bersyukur merupakan jalan bagi kesuksesan ?

Bersyukur (gratitude) diajarkan di hampir semua agama dan merupakan suatu hal yang dominan dalam bidang motivasi dan pengembangan diri. Sebetulnya apa sih bersyukur itu dan kekuatan apa yang ada didalamnya?

Bersyukur mempunyai kekuatan yang besar untuk merealisasikan mimpi menjadi kenyataan, merupakan jalan bagi hukum-hukum universal seperti hukum atraksi (Law of Attraction), hukum kelimpahan, dan hukum lainnya yang mampu mendatangkan semua kebaikan (uang, kekayaan, kesehatan, kebahagiaan, dll).
Dengan bersyukur, akan mempercepat pertumbuhan dan sukses, menghilangkan perasaan kekurangan, membebaskan diri dari ketergantungan terhadap hasil akhir (outcome) dan selalu berada pada pikiran, perasaan, dan motivasi yang positif.

Di dalam literatur Barat mengenai kekayaan dan kesuksesan, selalu terdapat syukur didalamnya.
Dalam bukunya "The Secret" karangan Rhonda Byrne yang terkenal dengan prinsip "Law of Attraction" atau hukum tarik menarik, poin intinya adalah bersyukur.

"Melalui semua yang telah saya baca dan alami dalam hidup dengan menggunakan rahasia ini, kekuatan syukur lebih menonjol dibandingkan yang lain" - Rhonda Byrne

"Syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup anda" - Marci Shimoff

Dalam bukunya Joe Vitale "The Attractor Factor", Hukum Ketertarikan untuk menciptakan apapun yang Anda inginkan dalam hidup, kunci utamanya adalah bersyukur.
Begitu juga dengan buku kesuksesan klasik karya Wallace D. Wattles, "The Science of Getting Rich" yang menjadi acuan pemikiran dari pengarang Barat dalam bidang kesuksesan dan pengembangan diri, juga berfokus pada rasa syukur (gratitude).

Pembahasan penting dari rasa syukur juga mendasari pemikiran Erbe Sentanu (Quantum Ikhlas), Ary Ginanjar (ESQ), dan Ust. Yusuf Mansur (Kekuatan Infaq) serta lebih jauh lagi di dalam agama Islam, terdapat kalimat syukur yang berulang-ulang dalam Al-Qur'an.

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14:7)

Katakanlah : "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. 67:23)

Rasa syukur mendasari dan diaplikasikan dalam semua ibadah dalam Islam : melalui do'a, dzikir, sholat dan zakat merupakan perwujudan dari rasa syukur dan jalan bertaqwa kepada Allah SWT.

Pembahasan keajaiban dan keutamaan syukur serta bagaimana mengaplikasikannya untuk meraih kesuksesan dan mendatangkan semua kebaikan dalam hidup ini, dipelajari secara mendalam serta terperinci dalam ilmu Spiritualpreneurship : Panduan membangun kekayaan, kebebasan finansial, dan kesuksesan dengan prinsip-prinsip Ketuhanan (Ilahiyah).

Berkah adalah hadiah dari Yang Maha Kuasa, bersyukur adalah tindakan sadar untuk mengambil hadiah tersebut.
Jadi, sudahkah kita bersyukur ?




NB : Jika Anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

18 Desember 2009

Burung dan Semut


"Andai kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya tawakkal, niscaya Ia akan memberi kalian rizqi sebagaimana Ia memberi rizqi pada burung yang berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. al-Tirmidzy)

Anda pasti pernah melihat seekor burung dalam hidup Anda...bagaimana Anda melihatnya ? Apakah Anda melihatnya tidur di atas pipi kanannya sembari memanjangkan kedua kakinya, lalu terlelap dalam tidur yang panjang ? Atau Anda melihatnya duduk berjaga melihat siapapun yang lewat, melihat apa yang mereka bawa, menghitung jumlah mereka...mungkin saja ada yang kasihan padanya hingga memberinya sepotong roti ?


Anda benar, burung itu tidak akan pernah diam di satu tempat, sejak matahari terbit hingga terbenam, Anda melihatnya pergi ke sana ke mari melintasi jagat luas ini, bertasbih mengagungkan Allah Ta'ala...mencari rizqi-Nya. Burung itu juga tidak mengatakan : hidup ini susah...kondisi terlalu berat...ah, saya benar-benar tidak beruntung seperti yang lainnya...atau keluhan lainnya.


Anda pun pasti pernah melihat seekor semut dalam hidup Anda...Apa Anda melihatnya duduk bersandar sembari meletakkan tangannya di pipi...menunggu orang yang memberinya makan ? Atau Anda melihatnya duduk menangis dan menyesali nasibnya yang tidak beruntung ? Tidak, Anda hanya melihatnya menarik dengan kuat sebongkah potongan roti yang seringkali lebih besar dari tubuhnya...ia jatuh dan gagal...namun ia mencobanya sekali lagi, sekali lagi, dan seterusnya...dan saat ia merasa tidak mampu, apakah Anda melihatnya duduk menangis dan melemparkan caci-maki pada orang yang meletakkan potongan roti yang terlalu besar untuk dibawanya ? "Uhh, mengapa ia tidak meletakkan potongan yang kecil saja ?" Atau Anda melihatnya berkata pada temannya : "Mengapa para semut tidak membantunya ? Mereka para semut itu memang jahat..."

Sekali lagi tidak, Anda tidak akan melihat atau mendengarkan itu, tapi yang Anda lihat selanjutnya adalah sang semut akan berusaha dengan cara lain, ia akan segera memanggil pasukan semut yang lain untuk membantunya membawa "amanah" yang berat itu ke tempat yang aman...


Itu pulalah yang dilakukan oleh semua hewan di bumi ini...mereka berusaha keras mencari sepotong kehidupan...dan itu juga merupakan arti kegigihan dari preneurship, sebagian kata dari ilmu Spiritualpreneurship.


Oleh karena itu, bekerja dan kerahkan segala kemampuan Anda, dan bertawakkal kepada Allah...
Jangan biarkan burung dan semut menjadi makhluk yang jauh lebih pintar dan berkualitas dari Anda...

NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

15 Desember 2009

Spiritualpreneurship : Antara Pilihan atau Keharusan


Didalam ilmu Spiritualpreneurship yang diperkenalkan oleh Bapak Nasrullah, beliau menyimpulkan dengan yakin akan pemikirannya, yaitu :

Semua Orang BISA Kaya
Semua Orang HARUS Kaya
Umat Islam WAJIB Kaya

Mengapa beliau bisa yakin akan pernyataan ini ?
 

Pencarian akan makna kekayaan dan bagaimana meraihnya, mengantarkan beliau pada pembelajaran mulai dari membaca ratusan buku, bertemu puluhan guru, mengikuti berbagai pelatihan dari pelatihan bisnis, spiritual, properti, internet, NLP dan mengkaji pemikiran mulai dari Dr. Masaru Emoto (tentang arti air dan hubungannya dengan syukur), Roger Hamilton (teori tentang kekayaan), Rhonda Byrne ("The Secret"), Yvonne Oswald (kekuatan kata-kata), Erbe Sentanu (Quantum Ikhlas), Danah Zohar dan Ary Ginanjar (ESQ), sampai Ust. Yusuf Mansur (kekuatan infaq) dan juga dari perenungan dari buku karya Dr. Jaribah "Fikih Ekonomi Umar bin Khattab ra".

Dari pembelajaran, perenungan, dan praktek, beliau mengenalkan Spiritualpreneurship yang berisi panduan meraih kekayaan dengan berfokus pada realitas quantum, bukan pada realitas materi. Karena realitas materi yang tampak, dihasilkan dari realitas quantum. Sehingga akan menghasilkan kekayaan terbesar dan tanpa batas dengan kekuatan spiritual.

Prinsip Spiritualpreneursip dibagi menjadi 4 kunci rahasia, yaitu :

  • The Power Of Positive Thinking
  • The Power Of Positive Feeling
  • The Power Of Positive Motivation
  • The Power Of Islamic Financial Freedom

Dengan mengetahui dan melakukan keempat rahasia tersebut, maka kita mampu menarik semua yang ada di alam, menghimpun kekayaan yang besar, mampu menyelamatkan saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan, mampu menciptakan tata dunia baru yang adil dan menentramkan serta bebas dari segala kezaliman, kesewenang-wenangan, dan tak ada yang jadi korban.

Menurut beliau, semua ini bertujuan pada era baru jihad menegakkan syariah Allah bukan dengan cara perang dan menumpahkan darah, tapi dengan MEMULIAKAN MANUSIA DENGAN RIZQI ALLAH...!

Jadi apakah Spiritualpreneurship merupakan PILIHAN atau KEHARUSAN ?....Anda sendiri yang menilai.


Sumber : Materi Seminar Spiritualpreneurship.com



NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

13 Desember 2009

Perbedaan Sistem Kapitalis dan Syariah


Ada pandangan yang menarik dari Bapak Nasrullah, pencetus ilmu yang diperkenalkan dengan Spiritualpreneurship, mengenai perbedaan antara Sistem Kapitalis dengan Sistem Syariah, ditinjau dari sudut mekanisme dan akibat yang ditimbulkannya.
 

Menurut beliau, perbedaan antara Sistem Kapitalis dengan Sistem Syariah (Spiritual) adalah,

Kapitalisme :
 
  • Keuntungan sebesar-besarnya 
  • Supply (penawaran) vs Demand (permintaan) 
  • Berfokus pada diri sendiri dan eksploitasi alam 
  • 1% orang kaya, bumi hancur, masa depan suram

Syariah/Spiritualisme :

  • Meninggikan nilai quantum diri
  • Memuliakan dan membahagiakan orang lain
  • Berfokus pada orang lain dan sinergi dengan alam semesta
  • 100% orang kaya, bumi makmur, masa depan cerah
  • Inilah ESENSI menjadi Khalifah Allah di bumi

Dengan melihat perbedaan tersebut, dapatlah kita menilai dan memilih untuk menggunakan sistem mana yang akan kita gunakan di dalam setiap usaha kita untuk menjemput rizqi dan meraih kekayaan dan kebahagiaan di dunia.



Anda mempunyai pandangan lain ?

Sumber : Materi Seminar & Training Spiritualpreneurship.com


NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

11 Desember 2009

Mengapa Harus Properti ?


Banyak alasan mengapa investasi pada properti dijadikan aset oleh para Spiritual INTRApreneur dan dijadikan basis bagi para Spiritual ENTREpreneur, diantaranya adalah :

  • Sahabat Rasulullah saw kaya raya lewat properti
  • Sebagian besar orang kaya dunia, kaya lewat properti
  • Allah tidak menciptakan bumi yang kedua
  • Harga properti cenderung naik dan tidak fluktuatif
  • Investasi terbaik dan teraman
  • Leverage (daya ungkit) terbesar
  • Kunci kombinasi dengan alat leverage lain
  • Terdapat keuntungan Capital Gain (kenaikan modal) + Cash Flow (arus kas) + Added Value (penambahan nilai dan brand/merek)

Atas dasar tersebut, didalam ilmu Spiritualpreneurship diberikan panduan strategi investasi properti mulai dari trader, investor properti, sampai dengan strategi developer yang dapat dijalankan baik Anda yang berprofesi sebagai Karyawan/Pegawai, Pengusaha, bahkan bagi para Pengangguran dan Ibu Rumah Tangga.

Kesimpulannya, jangan menunggu untuk berinvestasi properti, tapi investasikan pada properti dan tunggu !


Sumber : Materi Seminar & Training Spiritualpreneurship.com


NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

9 Desember 2009

3 Langkah Membangun Kekayaan Bagi Karyawan dan Pengusaha dengan Spiritualpreneurship


Menurut ilmu SpiritualpREneurship, terdapat tiga langkah untuk membangun kekayaan bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan dan juga yang bergerak di bidang usaha (Pengusaha). 

Dalam Spiritualpreneurship, karyawan yang membangun kekayaan dengan prinsip Spiritualpreneurship disebut dengan Spiritual INTRApreneur, sedangkan para pengusaha yang membangun kekayaan dengan prinsip Spiritualpreneurship disebut dengan Spiritual ENTREprenur.

Jadi ilmu panduan Spiritualpreneurship bukanlah hanya untuk pengusaha saja, tetapi juga bagi karyawan dan semua orang yang ingin membangun kekayaan dan meraih kebebasan keuangan dengan landasan Syariah.

Dibawah ini adalah langkah-langkah membangun kekayaan menurut panduan Spiritualpreneurship.
Karyawan (Spiritual INTRApreneur) :
 
  1. Spiritualpreneurship sebagai landasan kekayaan  
  2. BTRAN sebagai basis karir dan aset diri  
  3. Properti sebagai aset kekayaan
    Pengusaha (Spiritual ENTREprenur) :
    1. Spiritualpreneurship sebagai landasan kekayaan  
    2. BTRAN sebagai basis usaha dan perkembangan  
    3. Properti sebagai basis kekayaaan

      Catatan : BTRAN adalah Brand (Citra/Merek), Trust (Kepercayaan), Royalti (Hak Cipta/Kreatifitas), Altruisme (Pengorbanan dan Pengabdian), Network (Jaringan)

      Dengan melakukan 3 langkah tersebut, Anda yang menjadi karyawan atau pengusaha mempunyai strategi membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial sekaligus meraih kebahagiaan.

      Dimanakah posisi Anda ?

      Sumber : Materi Seminar SpiritualpREneurship.com



      NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

      8 Desember 2009

      Mencari Uang atau Membangun Kekayaan ?


      Mungkin saat ini Anda yang menjadi karyawan melakukan pekerjaan dengan berangkat di pagi hari dan pulang diwaktu sore atau malam hari untuk mencari uang, begitu juga dengan Anda yang membuka usaha atau pengusaha yang membangun bisnis juga untuk mencari uang, dimana dengan uang tersebut harapannya hidup akan menjadi lebih baik dan dapat meraih kekayaan.
       

      Terus apa yang salah ? mungkin Anda berpikiran seperti itu...TIDAK, tidak ada yang salah, hanya kurang tepat strateginya.
       

      Terdapat perbedaan antara mencari uang dengan membangun kekayaan. Uang tidaklah sama dengan kekayaan. 
      Jika Anda seorang pegawai, dan gaji Anda distop hari ini karena diberhentikan atau keluar dari pekerjaan, maka yang tersisa itu adalah kekayaan Anda. Jika jawabannya tidak ada, itulah level kekayaan Anda.
      Begitu juga dengan para pengusaha, jika usahanya mengalami kebangkrutan sampai titik nol atau malah meninggalkan sisa hutang, maka itu juga merupakan kekayaannya.

      Uang mempunyai sifat sementara, cepat habis, dan tidak berkembang. Ketersediaannya pun terbatas. Sementara kekayaan memiliki sifat yang permanen, bertambah, dan berkembang. Ketersediaan kekayaan melimpah dan cukup untuk semua orang. Jika kita mengejar uang, belum tentu kekayaan akan kita dapatkan. Namun, jika kita membangun kekayaan, uang pasti akan datang.

      Banyak waktu yang dihabiskan oleh kita dalam mencari uang. Karena sifat uang yang terbatas, maka perselisihan, persaingan, bahkan perang saudara terjadi diantara kita memperebutkan uang. Tidak percaya bahwa kekayaan Allah, Tuhan Yang Maha Kaya, sangat banyak dan melimpah. Maka kita harus mengubah strateginya, dari strategi mencari uang, menjadi strategi membangun kekayaan.

      Ilmu Spiritualpreneurship memberikan panduan strategi membangun kekayaan, bukan sekedar strategi mencari uang, dimana didalamnya dijelaskan lebih dalam dengan menggunakan perumpamaan metafora kupu-kupu dan taman. Membangun kekayaan sekaligus meraih kebahagiaan.

      Jadi, dengan strategi membangun kekayaan, Anda yang menjadi karyawan dan pengusaha atau siapapun, akan mempunyai kekayaan tangible (terukur dan terlihat) serta kekayaan intangible (tak terlihat), sehingga tidak khawatir dengan putusnya pekerjaan atau bangkrutnya usaha. Karena dengan strategi membangun kekayaan ini, dapat memperoleh kembali penghasilan atau mendirikan usaha kembali.

      Bagaimana pendapat Anda ?

      Sumber : Materi Seminar SpiritualpREneurship.com



      NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

      3 Desember 2009

      Siapakah Nasrullah ?


      Siapakah Nasrullah ?

      Anda tahu siapa Nasrullah, atau mungkin baru pertamakali mendengarnya...it's ok...:)

      Disini saya mencoba menginformasikan pada Anda.

      Nama lengkapnya Nasrullah, S.Si, NLP, lulusan FMIPA UI, ayah tiga putra dari keluarga yang bahagia. Beliau pernah menjadi pemimpin umum majalah Al-Izzah, Asisten peneliti UTM Malaysia,menjadi pengajar,trainer, dan praktisi berlisensi dari NLP.

      Pernah menjadi staf ahli Dr. Nur Mahmudi Isma'il, dan sekarang menjadi muballigh,pengajar, trainer, dan Direktur Utama "The Orchid Realty" (perusahaan yang bergerak dalam bisnis properti yang berlandaskan syariah) dan RSB dan Klinik "Griya Fathonah"serta aktif sebagai pengurus MUI Kota Depok.

      Beliau adalah yang memperkenalkan ilmu spiritualpREneurship, yaitu The Power of Islamic Financial Freedom, sebuah tuntunan untuk menjadi Kaya Raya Bermakna secara Syariah melalui Properti.

      Dengan ilmu spiritualpreneurship, beliau berkeinginan untuk mengembalikan kebangkitan dan kejayaan ekonomi Islam seperti pada masa sahabat Rasulullah SAW. Melalui seminar dan training, disebarkannya ilmu spiritualpreneurship kepada umat Islam karena keprihatinan beliau akan jauhnya sebagian besar umat Islam dari Allah.


      Melalui seminar dan trainingnya, beliau dapat mengajarkan ilmu spiritualpreneurship ke banyak orang, tetapi beliau berkeinginan agar ilmu ini dapat cepat tersebar dengan cara lebih mudah, murah, dan efisien agar umat Islam bisa segera berdaya.

      Oleh karena itu, beliau membuat paket produk spiritualpreneurship yang berisi film seminar, materi dan modul yang dikemas dalam bentuk e-book, audiobook dan materi-materi penunjang yang disebarluaskan melalui internet yang bertujuan umat yang jauh dari kota atau yang tidak bisa mengikuti seminar dan trainingnya tetap dapat mengakses ilmu spiritualpreneurship.

      Oh ya, sebagai seorang muballigh,seperti pada halaman spiritualpreneurship.com, beliau memberikan catatan bahwa seluruh keuntungan yang masuk ke pengelola dari penjualan paket produk spiritualpreneurship akan diINFAQ-kan untuk kepentingan dakwah Islam...


      Salam Berkah,


      Klik disini jika Anda ingin membeli paket produk SpiritualpREneurship

      1 Desember 2009

      Resensi Spiritualpreneurship


      Anda mencari ulasan mengenai spiritualpreneurship ?

      Ok, saya akan membuang segala omong kosong dan pandangan yang menipu dari penawaran mengenai produk di Internet...


      FAKTANYA ADALAH : Sangat sulit mendapatkan ulasan yang jujur dan apa adanya mengenai produk di Internet sejauh ini, dimana kebanyakan pembuat produk dan reseller mencoba "merayu" anda untuk membeli produk hanya untuk mendapatkan komisi penjualan...tidak merasa asing ? ;)

      Saya tidak akan berusaha untuk menjual, menjual, dan menjual...saya hanya memberikan pandangan yang jujur dan apa adanya, semampu saya...Jadi, semuanya terserah Anda !

      Apakah Spiritualpreneurship ?

      Spiritualpreneurship adalah ilmu panduan membangun kekayaaan dan kebebasan finansial (financial freedom) dengan prinsip-prinsip Ketuhanan (Ilahiyah) melalui sarana properti.

      Klik disini, jika Anda ingin melewati ulasan ini dan melihat Spiritualpreneurship sekarang.

      Merupakan ilmu panduan meraih kekayaan sejati bagi Anda yang berprofesi sebagai karyawan atau pengusaha dengan landasan spiritual melalui sarana properti sebagai aset atau basis kekayaan.

      Sebelum saya membeli sesuatu produk, saya selalu bertanya pada diri sendiri...bagaimana kapasitas pembuat produk (Bapak Nasrullah) dan reputasi dalam bidangnya...


      Apakah Spiritualpreneurship adalah produk yang bagus ?

      Jawabannya adalah Ya, tetapi tidak secara keseluruhan. Produk ini merupakan ilmu panduan dan bukan merupakan "step by step" aplikatif. Panduan 'apa yang harus dilakukan' dan bukan panduan 'bagaimana melakukannya'

      Secara jujur, ini adalah informasi panduan dasar dari meraih kekayaan dan kebebasan finansial menurut prinsip Ketuhanan melalui sarana properti.

      Apa yang mengesankan saya adalah aspek dari pola pikir (mindset) yang dipegang dalam usaha meraih kekayaan dan kebebasan finansial dan juga sekaligus meraih kebebasan mulia (nobel freedom) yang sering disebut dengan kekayaan sejati (kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan), dan itu dijelaskan secara mudah dan gampang dimengerti.


      Kembali pada pertanyaan awal, apakah Spiritualpreneuship itu ?

      Pertama, saya telah membeli dan mempelajari produknya, jadi saya tidak akan mengumbar omong kosong dan bualan pada Anda...dan saya percaya, Anda bukanlah orang yang suka dibohongi dan gampang untuk ditipu...Setuju ? :)

      Saya akan mengulas secara detil, jadi Anda dapat memiliki pilihan informasi apakah produk ini sesuai atau tidak dengan Anda...


      Apa yang akan Anda dapatkan ?
      • Ebook seminar dan ebook training spiritualpreneurship, setebal 83 dan 113 halaman dalam format pdf
      • Film DVD seminar spiritualpreneurship, 4 audiobook format mp3, 3 materi penunjang format pdf, dan 2 software investasi properti dalam format xls

      Keuntungan dan Kerugian

      Dibandingkan dengan situs lain yang menawarkan produk sejenis (properti), spiritualpreneurship jelas memiliki kelebihan dari segi kapasitas pembuatan produk (track record pembuatnya) dan dilengkapi juga dengan panduan agar mempunyai pola pikir yang benar dan berdasarkan konsep ilahiyah...mirip dengan konsep "the secret" atau "LOA (law of attraction) dilengkapi dengan panduan praktis, bukan sekedar konsep.

      Panduan spiritualpreneurship adalah ilmu panduan apa yang harus dilakukan dan bukan panduan bagaimana melakukannya secara detil langkah demi langkah untuk meraih kekayaan dengan aset atau basis properti.

      Jika Anda ingin kaya melalui properti dalam waktu singkat dan dengan usaha yang mudah...mungkin produk ini bukan untuk Anda, diperlukan pemahaman yang benar dan usaha berkelanjutan dan ini jelas membutuhkan upaya dan waktu yang tidak sebentar.

      Saya tidak berkata bahwa dengan membeli produk ini Anda tidak bisa meraih kekayaan melalui properti, saya hanya mengatakan, meraih kekayaan melalui properti sesuai panduan produk spiritualpreneurship, dalam waktu singkat dan mudah...bukanlah tujuan yang realistis.

      Klik disini, jika Anda ingin melewati sisa dari ulasan ini dan melihat Spiritualpreneurship sekarang.


      Dibawah ini adalah yang akan Anda dapatkan pada produk Spiritualpreneurship :

      • Materi seminar dan training spiritualpreneurship, sama seperti Anda mengikuti seminar atau trainingnya (tiket seminar dan training seharga mulai dari Rp. 275.000 - Rp. 6.800.000)
      • Audiobook "Islamic Property", "Bahaya Cinta Dunia", "Refleksi Umat dan Kebangkitan Islam", "Muhasabah 1&2", kajian mengasah spiritual yang dapat didengarkan dimana saja
      • Materi Penunjang "Ar-Ridho, sikap hidup terbaik menghadapi takdir", "Keseimbangan Matematika dalam Al-Qur'an", "Mengenal Prinsip, Akad, dan Transaksi di Perbankan Syariah", penunjang pengetahuan spiritual Islami
      • Software Investasi Properti, berisi rumus-rumus untuk menghitung dan menganalisa investasi properti secara mudah dan tinggal pakai
      Klik disini, jika Anda ingin membeli Spiritualpreneurship sekarang.

      Pandangan terakhir saya...

      Saya telah mengulas apa itu spiritualpreneurship dan apa yang akan Anda dapatkan jika membeli produknya. Sekarang, saya akan memberikan nasehat pribadi kepada Anda, apakah Anda sebaiknya membeli produk ini atau tidak.

      "Jika Anda mau memberikan waktu dan usaha Anda dengan mengikuti panduan dari spiritualpreneurship, Anda akan meraih kekayaan melalui properti dan meraih kebebasan finansial dan kekayaan sejati, tetapi jika Anda tidak mau melakukannya dan berharap dalam waktu yang singkat dan tanpa usaha, maka produk ini dan yang lainnya hanyalah sekedar ilmu dan pengetahuan yang tidak bermanfaat".

      Kebebasan finansial dan kekayaan sejati dapat diraih tidak dalam waktu semalam, butuh waktu dan usaha.
      Jika Anda mau belajar dan melakukan sesuai dengan seluruh panduan dari spiritualpreneurship, saya yakin tujuan untuk meraih kebebasan finansial dan kekayaan sejati melalui properti akan Anda dapatkan.

      Salam Sukses buat Anda !

      Klik disini, jika Anda ingin membeli Spiritualpreneurship sekarang.

      NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.