8 Desember 2009

Mencari Uang atau Membangun Kekayaan ?


Mungkin saat ini Anda yang menjadi karyawan melakukan pekerjaan dengan berangkat di pagi hari dan pulang diwaktu sore atau malam hari untuk mencari uang, begitu juga dengan Anda yang membuka usaha atau pengusaha yang membangun bisnis juga untuk mencari uang, dimana dengan uang tersebut harapannya hidup akan menjadi lebih baik dan dapat meraih kekayaan.
 

Terus apa yang salah ? mungkin Anda berpikiran seperti itu...TIDAK, tidak ada yang salah, hanya kurang tepat strateginya.
 

Terdapat perbedaan antara mencari uang dengan membangun kekayaan. Uang tidaklah sama dengan kekayaan. 
Jika Anda seorang pegawai, dan gaji Anda distop hari ini karena diberhentikan atau keluar dari pekerjaan, maka yang tersisa itu adalah kekayaan Anda. Jika jawabannya tidak ada, itulah level kekayaan Anda.
Begitu juga dengan para pengusaha, jika usahanya mengalami kebangkrutan sampai titik nol atau malah meninggalkan sisa hutang, maka itu juga merupakan kekayaannya.

Uang mempunyai sifat sementara, cepat habis, dan tidak berkembang. Ketersediaannya pun terbatas. Sementara kekayaan memiliki sifat yang permanen, bertambah, dan berkembang. Ketersediaan kekayaan melimpah dan cukup untuk semua orang. Jika kita mengejar uang, belum tentu kekayaan akan kita dapatkan. Namun, jika kita membangun kekayaan, uang pasti akan datang.

Banyak waktu yang dihabiskan oleh kita dalam mencari uang. Karena sifat uang yang terbatas, maka perselisihan, persaingan, bahkan perang saudara terjadi diantara kita memperebutkan uang. Tidak percaya bahwa kekayaan Allah, Tuhan Yang Maha Kaya, sangat banyak dan melimpah. Maka kita harus mengubah strateginya, dari strategi mencari uang, menjadi strategi membangun kekayaan.

Ilmu Spiritualpreneurship memberikan panduan strategi membangun kekayaan, bukan sekedar strategi mencari uang, dimana didalamnya dijelaskan lebih dalam dengan menggunakan perumpamaan metafora kupu-kupu dan taman. Membangun kekayaan sekaligus meraih kebahagiaan.

Jadi, dengan strategi membangun kekayaan, Anda yang menjadi karyawan dan pengusaha atau siapapun, akan mempunyai kekayaan tangible (terukur dan terlihat) serta kekayaan intangible (tak terlihat), sehingga tidak khawatir dengan putusnya pekerjaan atau bangkrutnya usaha. Karena dengan strategi membangun kekayaan ini, dapat memperoleh kembali penghasilan atau mendirikan usaha kembali.

Bagaimana pendapat Anda ?

Sumber : Materi Seminar SpiritualpREneurship.com



NB: Jika anda suka artikel ini, silakan bagi ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar